29
Sep
10

Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga…

Hehe, sudah lama tidak mendengar peribahasa di atas, tiba-tiba kali ini terasa pas..😀

Pernahkah Anda mengalami lampu padam? Atau koneksi internet tiba-tiba melambat atau bahkan putus sama sekali?

Pada saat listrik padam, banyak diantara kita (termasuk saya sih, hehe…) yang sontak berteriak “Sialan nih! PLN gimana sih, ngurus listrik aja gak becus!” atau “Listrik naik melulu, tapi listrik padam terus!” atau yg ekstrim “Direksi PLN kudu diganti”! Ada lagi yang lebih dramatis: “PLN harus dibubarkan!”😀

Begitu juga kalau koneksi internet tiba-tiba modar. Silakan ganti kata “PLN” dan “listrik” pada umpatan di atas dengan internet dan penyedia layanannya😀

Well, marah tentu wajar. Mengumpat tentu boleh-boleh saja. Saya pun dongkol, mangkel dan semacamnya. Tapi jika kita mau berpikir sedikit jernih, berapa banyak sih kita mengalami pemadaman listrik atau internet seperti ini?

Setiap kali ingin ngomel atau ngedumel, saya mencoba menengkan diri dan bertanya (pada diri sendiri, tentu):

Dalam waktu 1 bulan, berapa hari atau berapa jam Anda mengalami pemadaman listrik atau internet?

Saya mencoba berhitung. Terakhir, kami mengalami pemadaman listrik persis pada hari raya Idul Fitri, dari jam 11 siang hingga 8 malam, total 8 jam. Sepanjang bulan September 2010, pemadaman baru terjadi 1 kali ini saja.

Jadi hitungannya:

Bulan September terdiri dari 30 hari atau 720 jam. Pemadaman di atas durasinya 8 jam, berarti PLN tidak memenuhi komitmennya sebanyak 1,11%.

“Halah lu tu ye, kok malah ngebelain PLN seh? Gak berpihak ama rakyat loe?” teman saya ngedumel😀

Sebagai salah satu konsumen, tentu saya berpihak pada konsumen. Saya hanya mencoba meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, sesuai porsinya. Dengan demikian, kita tidak begitu saja berkeluh kesah, walau sebagai konsumen kita tetap dirugikan.

Lagipula, saya pribadi belum tahu berapa Service Level Agreement (SLA) minimum yang harus dipenuhi oleh PLN sehingga apabila SLA tersebut tidak terpenuhi, perusahaan ini akan menerima ‘rapor merah’. Namun sebagai penyedia layanan masal, tentu makin tinggi SLA, ya makin baik. Kalau 100% dirasa mustahil, ya 99,99% lah😀

Namun demikian, sebagai perusahaan yang melayani konsumen dalam jumlah masif dan layanannya (saat ini) bersifat monopoli, PLN harus memenuhi SLA nya semaksimal mungkin, kalau perlu 101%. Karena pemadaman sesingkat apapun, akan sangat terasa nggak enaknya pada konsumen. Dan pemadaman bisa jadi fatal, misalnya pada rumah sakit kecil yang tidak memiliki genset cadangan. Pun pengusaha kecil/menengah yang produknya sangat bergantung pada listrik.


0 Responses to “Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga…”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: