05
Sep
10

Kenapa Saya Tidak Lagi Memakai BlackBerry?

BlackBerry atau BB, sebuah merk smartphone yang begitu cepat melesat. Begitu digemari segala kalangan, mulai dari 4L4Y sampai pebisnis. Dari tahun ke tahun, BlackBerry telah menunjukkan peningkatan pengguna yang signifikan. Fitur yang dinanti sudah tentu BlackBerry Messenger, yang mampu membuat kawan-kawan yang Anti-BB pun akhirnya kepincut, gatel dan bergabung dengan para BlackBerrian.

Sayapun – dengan alasan supaya selalu terhubung dengan kawan-kawan dan mempermudah pekerjaan – akhirnya beralih menggunakan BB. Seri yang saya pilih adalah Storm 9530. Kenapa saya memilih seri yang sebenarnya kurang populer ini? Well, cuma 2 alasan: pertama karena saya ingin mencoba ponsel touchscreen surepress, dan kedua karena jari tangan sayabanyak yang bilang – Jempol Semua (TM).

Storm ini mulai saya gunakan sekitar bulan Oktober 2009 dan saya hentikan sekitar akhir Agustus 2010. Ya, setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan BB. Apa pasal?

1. Aplikasi dan data core hanya bisa disimpan di flash memory

Bagi saya, kurang asyik kalau menjalankan ponsel apa adanya. Saya suka mencoba-coba menginstal aplikasi atau add-on untuk ponsel tersebut. Aplikasi bawaan mungkin sudah cukup, tapi mencoba yang lain tentu lebih seru.

Storm yang saya pakai memiliki memory flash sebanyak 128 MB dan dibekali SD Card sebesar 8GB. Bayangan saya, akan banyak sekali aplikasi yang bisa saya coba-coba. Tak lama saya pun mulai mencari-cari aplikasi di BB App World. Tanpa mengecek ke mana aplikasi diinstall, saya pun terkaget-kaget saat mendapat peringatan memori penuh. Huh, microSD 8 GB penuh?

Setelah mencari sana-sini, saya pun hanya bisa kecewa karena BB akan selalu menginstal aplikasi di flash memory. Bisa saja disimpan di SD Card, tapi hanya untuk pengarsipan. Infonya saya dapatkan di BB App World FAQ:

Where do applications go when users install them?
Any application installed on the BlackBerry smartphone (from BlackBerry App World or anywhere else) is installed in flash memory. Each BlackBerry smartphone has a different amount of flash memory and this is what determines how many applications each device can have installed. With the archiving feature, applications can be stored on the microSD card and restored when a user wants to use them.

Waduh, flash memory hanya 128 MB, tentu jumlah yang sangat sedikit! Jumlah tersebut sudah termakan oleh OS, aplikasi bawaan, dsb. Paling-paling yang tersisa untuk aplikasi tinggal separuhnya. Lalu, untuk apa segudang aplikasi menarik di BB App World? Ada beberapa aplikasi yang ukurannya mencapai lebih dari 10 MB😦

Hingga detik ini saya belum menemukan alasan yang tepat kenapa BB menerapkan manajemen memori seperti ini. Ada yang bilang alasannya adalah security, ada yang bilang speed, dsb. Alasan yang kurang bisa diterima karena smartphone lain tidak memiliki batasan ini.

1 poin kekurangan BB mulai saya temukan.

2. Jalur internet hanya bisa menggunakan BIS atau BES

Sebelum menggunakan BB, saya berlangganan paket internet yang disediakan XL. Alasannya tentu harga yang relatif murah dan kuotanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Sangat fleksibel.

Saat mulai menggunakan BB, saya masih terdaftar pada paket internet tersebut. Bayangan saya, saya bisa segera menggunakannya untuk kebutuhan berinternet saya. Ternyata oh ternyata, saya harus menelan kekecewaan lagi. Saya harus berlangganan layanan BB Internet Service atau BB Enterprise Service untuk terkoneksi ke internet maupun BB Messenger. Dipakai atau tidak, saya harus membayar dalam jumlah tetap.

Untungnya XL menyediakan layanan BlackBerry dengan kualitas yang sangat baik. Bayangkan jika operator yang saya pakai tidak menyediakan layanan BlackBerry. Masa harus ganti nomor? Solusi yang aneh…

3. Semua aliran data harus melalui server RIM

Ini yang akhirnya menjadi sebab utama saya meninggalkan BB. Bayangkan, seluruh aliran data BB Anda, baik email, internet atau apapun, harus melalui server RIM. Alasannya? Security.

Apa yang salah dengan pola ini? Bukankah dengan begini, RIM bisa menjamin kerahasiaan data pelanggannya tetap terjaga?

Maka manakala server RIM ambruk, seluruh pengguna BB saat itu juga terkena dampaknya. Pun suatu ketika server RIM yang menjadi penjaga gawang aliran data sedang bermasalah.

Apakah RIM akan disalahkan untuk masalah di atas? Dari pengalaman yang sudah-sudah, konsumen cenderung akan menyalahkan operator. Koneksi buruk lah, sinyal drop lah, dsb. Padahal operator hanya sebagai penjembatan saja.

Jadi, dengan segudang alasan di atas saya say goodbye pada BB.

Untuk urusan cek email kantor, masih bisa diakses melalui web dan HP ber-GPRS biasa.

Nggak takut kehilangan kontak dengan kawan-kawan di BBM? Saya akui, ini cukup berat😀

Tapi sepertinya. silaturahim fisik masih jauh lebih penting yah, hehe😀


0 Responses to “Kenapa Saya Tidak Lagi Memakai BlackBerry?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: