02
Dec
07

Pelatihan Internet di SMPN 71

Kemarin, 1 Desember 2007, alhamdulillah saya kembali mendapat rizki untuk berbagi ilmu. Kali ini saya diajak untuk membagi pengetahuan mengenai dasar-dasar internet – padahal ilmu saya juga masih ecek-ecek๐Ÿ˜€ – itulah sebabnya saya bersyukur bukan kepalang mendapat amanat ini.

Saya didukung penuh oleh salah seorang guru saya, bro Bayu Widyasanyata. Dari dulu kami memang sering tandem dalam berbagai acara.

Kali ini, saya diajak untuk berpartisipasi dalam acara bertajuk “Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007“, hasil kerja bareng KKS Melati dan XL CSR. Saya dan Mas Bayu kebagian peran untuk mengajarkan internet tingkat dasar kepada adik-adik siswa SMP Negeri 71.

Tepat sehari sebelumnya, saya dapat info bahwa saya akan berhadapan dengan siswa SMP yang sudah mahir ber-internet-ria, bahkan sudah mahir membuat website. Di SMPN 71 sendiri sudah tersedia laboratorium komputer, lengkap dengan koneksi internetnya. Info singkat ini langsung membuat saya berfikir untuk merombak ulang materi pembelajaran yang sudah saya siapkan sebelumnya. Saya segera menghubungi Mas Bayu untuk menyampaikan hal ini dan menyiapkan Rencana B๐Ÿ˜€. Tapi rupanya kita berdua “teler” hari Jum’at kemarin sehingga baru Sabtu pagi ini kita berdua berdiskusi mengenai materi yang akan disampaikan.

Akhirnya, bismillahirrahmanirrahiem, kendati materi belum sepenuhnya matang, saya dan Mas Bayu sepakat untuk berimprovisasi saat pembelajaran berlangsung. Harapan kami tentunya ada akses internet yang dapat diandalkan sehingga kami bisa langsung melakukan “live demo”. Menurut info yang saya terima, insya Allah koneksi internet yang tersedia cukup bagus. Alhamdulillah.

Setelah ‘mendadak nyasar’ karena saya salah memprediksi lokasi sekolah ini, akhirnya tiba juga di SMPN 71. Sepintas, sekolah ini cukup terawat dan terjaga, kendati masih belum bisa disandingkan dengan sekolah-sekolah unggulan yang bertarif “unggulan” juga๐Ÿ˜€. Toiletnya relatif bersih untuk ukuran sebuah sekolah. Lho koq tau-tau ke toilet? Panggilan alam, gitu loh๐Ÿ˜› Ada taman kecil, ada mushalla juga walau ukurannya mini. Lahan yang tersedia bisa dibilang besar dengan gedung sekolah berlantai 2 yang juga lumayan besar. Tersedia lapangan olahraga yang kondisinya cukup baik dan lebar.

Begitu sampai di TKP, saya langsung masuk ke laboratoriumnya. Dan subhanallah, berjejer sekitar 20 lebih komputer di sana, sebagian diantaranya sudah menyala dan terhubung ke internet, dengan 24-port HUB sebagai media pembagi koneksinya. Keren! Sejenak berbincang dengan Pak Surya yang bertanggung jawab pada infrastruktur di situ… Btw, awalnya saya kira beliau ini KepSek, ternyata Guru Fisika, hehe.. maap Pak!๐Ÿ˜€

Mengenai pelatihannya sendiri silakan dibaca-baca di Website Cidepoks. Cidepoks ini adalah underbouw dari organisasi IT Muslim bernama MIFTA (Muslim Information Technology Association).

Paradigma Internet di Kalangan Pendidik

Satu hal yang mendapat perhatian saya dan Mas Bayu saat berada di SMPN 71 ini, adalah masih adanya paradigma mengenai internet di kalangan pendidik yang kurang tepat. Pak Surya sempat menceritakan perjuangan beliau untuk menambahkan fasilitas internet di laboratorium komputer sekaligus menjadikannya kurikulum tambahan di sekolah tersebut. Saya sempat berfikir “perjuangan” di sini adalah masalah klasik yang selama ini dihadapi oleh kebanyakan sekolah, yaitu dana dan sumberdaya manusia. Ternyata, perjuangan terberat beliau adalah meyakinkan bahwa internet adalah sesuatu yang bermanfaat, positif dan mencerdaskan. Lho?

Ternyata, ada stigma kuat yang tertanam di benak beberapa pendidik, bahwa internet merupakan akses ke “dunia hitam”. Dengan adanya internet, akses murid pada pornografi, kekerasan dan hal-hal mudharat lainnya akan semakin mudah dan tak terkendali. Celakanya, opini ini menancap kuat di benak pihak-pihak yang memiliki kekuatan sebagai pengambil keputusan, seperti kepala sekolah, pemuka masyarakat, dsb.

Sebenarnya, internet pernah diijinkan di sekolah ini sebelumnya. Kegiatan pun sempat berjalan beberapa saat dengan dukungan akses internet, setelah ada usaha yang gigih dan terus menerus untuk meyakinkan bahwa internet itu bukan melulu berisikan mudharat, tapi juga banyak manfaatnya. Nah suatu ketika, ini masih cerita Pak Surya, ada salah seorang OB – office boy atau pesuruh sekolah yang diam-diam belajar komputer, dan berlanjut mempelajari internet. Suatu ketika, dia mendownload foto wanita berpose hot – bukan memeluk kompor ya..๐Ÿ˜€. Foto tersebut tanpa sengaja dijadikan desktop wallpaper. Kaget karena foto tersebut tiba-tiba menjadi wallpaper, sang OB yang kebingungan mengembalikan desktop wallpaper kondisi sebelumnya akhirnya ngeloyor dan meninggalkan komputer tersebut begitu saja.

Berikutnya, ermm.. saya lupa apakah Kepsek atau siapa, memasuki laboratorium komputer dan matanya langsung tertuju pada komputer yang telah berganti desktop wallpaper nya dengan wanita berpose syuur itu. Bisa ditebak, emosinya meledak dan sontak saat itu juga beliau memutuskan untuk mematikan akses internet dan “say no to internet” untuk seterusnya. Waduh, kejadian dah..๐Ÿ˜ฆ

Lha terus, kok sekarang akses internet sudah tersedia lagi di SMPN 71? Ini ada ceritanya juga๐Ÿ™‚ Pak Surya, yang tetap ngotot ingin menambahkan fasilitas internet di lab komputer dan menjadikannya kurikulum tetap, menggunakan cara yang sangat cerdas: menggabungkan ‘kekuatan’ murid dan orangtua siswa. Whew, gimana tuh? Pak Surya didukung oleh beberapa guru menerapkan pemberian PR yang jawabannya tidak ada di buku panduan. Lalu? Gunakan internet untuk mencari jawabannya! Lho, di sekolah kan enggak ada internet? Pakai warnet!

Berikutnya, siswa mulai menjadi langganan warnet yang ada di sekitar SMPN 71. Ternyata, siswa yang mengakses internet di warnet justru malah tidak bisa dikontrol. Apakah mereka memang benar-benar mencari jawaban untuk PR nya, atau mencari jawaban untuk “pertanyaan” dan “keingintahuan” yang lain? Berikutnya, mungkin ini sesuai dengan harapan Pak Surya๐Ÿ˜€, giliran para orangtua yang bawel. Apa pasal? Anak-anak mereka jadi lebih lama berada di luar rumah, biasanya pulang sekolah langsung pulang, lha ini koq enggak pulang-pulang. Saat ditanya, mereka hampir selalu menjawab mampir ke warnet untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Aha… akhirnya, para orangtua tersebut minta kepada pihak sekolah untuk menyediakan fasilitas internet di sekolah. Mereka tidak berkeberatan jika anaknya pulang terlambat untuk menyelesaikan tugas, tapi berkeberatan jika anaknya mengakses internet di warnet. Lebih baik di sekolah, ada kontrol. Paling tidak, orangtua tidak waswas karena anak mereka toh masih ada di sekolah.

Berikutnya, the story goes happy ending! Karena kuatnya desakan para orangtua, akses internet pun kembali meluncur!

Apa Pak Surya puas sampai di sini? Beliau memang orang yang betul-betul luar biasa. Setelah sukses dengan akses internet, beliau masih punya obsesi yang sangat ingin diwujudkan, yaitu mengganti sistem operasi proprietary alias berbayar yang saat ini digunakan dengan sistem operasi dan aplikasi open source, dan sebisa mungkin gratis. Kendala yang menghadang adalah meyakinkan semua pihak yang terlibat bahwa FOSS itu murah (bahkan gratis), tapi tidak murahan.

Visi yang luar biasa, Pak Surya! Selamat, yuks kita terus dukung beliau!


2 Responses to “Pelatihan Internet di SMPN 71”


  1. 20 December 2007 at 10:39

    Terima kasih juga Qie..๐Ÿ™‚ Punten euy, baru sekarang mampir en kasih komen. Kerjasama yang hebat๐Ÿ™‚
    Sudah kontak pak Surya? ayoo di follow-up, nanti cidepoks “ing madyo mangun karso”๐Ÿ˜‰ Ayoo bro, mainkan!

  2. 21 December 2007 at 06:48

    Makasih udah berkunjung, suhu!๐Ÿ˜€..

    Insya Allah siap Mas! Tapi ane ilang nomernya nih๐Ÿ˜ฆ


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: