<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Langkah-langkah AhSya...</title>
	<atom:link href="http://ahsya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahsya.wordpress.com</link>
	<description>langkah kecil, namun (semoga) penuh makna...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 14:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahsya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Langkah-langkah AhSya...</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahsya.wordpress.com/osd.xml" title="Langkah-langkah AhSya..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahsya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Android Market bisa diakses via browser PC!</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2011/02/08/android-market-bisa-diakses-via-browser-pc/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2011/02/08/android-market-bisa-diakses-via-browser-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 17:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Yap! Android Market yang selama ini hanya bisa diakses melalui ponsel Android kita, kini bisa diakses menggunakan browser PC! Ini berita menggembirakan! Ah, lebay amat.. apa bagusnya? Pertama, Kenyamanan. Layar ponsel yang kecil bagaimanapun &#8216;menyiksa&#8217; mata kita, yang harus berjibaku membaca teks berukuran kecil. Agak melelahkan jika ingin browsing dalam waktu lama. Well, beda halnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=122&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yap! Android Market yang selama ini hanya bisa diakses melalui ponsel Android kita, kini <strong><a title="Android Market for PC" href="https://market.android.com" target="_blank">bisa diakses menggunakan browser PC</a></strong>! Ini berita menggembirakan!</p>
<p>Ah, <em>lebay</em> amat.. apa bagusnya?<span id="more-122"></span></p>
<p><strong>Pertama, Kenyamanan</strong>. Layar ponsel yang kecil bagaimanapun &#8216;menyiksa&#8217; mata kita, yang harus berjibaku membaca teks berukuran kecil. Agak melelahkan jika ingin browsing dalam waktu lama. <em>Well</em>, beda halnya jika Anda memiliki tablet Android, tentu  :D Dengan browser PC, saya merasa lebih nyaman, lebih leluasa dan lebih <em>fun</em>.</p>
<p><strong>Kedua, Integrasi.</strong> Ini lebih menggembirakan. Mulanya sudah terbayang di benak saya bahwa kendati sudah bisa melihat-lihat Android Market menggunakan browser PC, proses instalasinya akan tetap melalui ponsel/handheld. Ternyata TIDAK! Saat kita memilih untuk menginstall sebuah aplikasi menggunakan browser PC, maka otomatis aplikasi tersebut akan ter-install di ponsel kita. Praktis, kan!</p>
<p>Jadi walau ponsel saya ketinggalan di rumah, saya tetap bisa menginstall aplikasi yang saya suka <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini tampilan Android Market di browser PC saya:</p>
<p><a href="http://ahsya.files.wordpress.com/2011/02/androidmarket_1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-125" title="androidmarket_1" src="http://ahsya.files.wordpress.com/2011/02/androidmarket_1.jpg?w=655&#038;h=430" alt="" width="655" height="430" /></a></p>
<p><strong>Ketiga, lebih mudah untuk menandai dan menyebarkan info tentang sebuah aplikasi<br />
</strong>Ya, jika sebelumnya ada aplikasi yang saya suka, saya hanya bisa menyimpan namanya dan harus melakukan pencarian di Android Market (via ponsel) untuk mendapatkan aplikasi tersebut. Dan jika saya ingin menyebarkan info mengenai sebuah aplikasi, saya hanya bisa memberikan namanya dan meminta untuk mencari di Android Market.</p>
<p>Kini, saya bisa memberikan nama+URL aplikasi dimaksud. Lebih <em>ciamik</em> kan?</p>
<p>Misalnya, untuk game Angry Bird:<br />
<a href="https://market.android.com/details?id=com.rovio.angrybirds">https://market.android.com/details?id=com.rovio.angrybirds</a></p>
<p>Dan halaman Angry Bird:</p>
<p><a href="http://ahsya.files.wordpress.com/2011/02/androidmarket_3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-124" title="androidmarket_3" src="http://ahsya.files.wordpress.com/2011/02/androidmarket_3.jpg?w=655&#038;h=871" alt="" width="655" height="871" /></a></p>
<p>Silakan mencoba, langsung aja menuju TKP di <a title="Android Market" href="https://market.android.com" target="_blank">https://market.android.com</a>!</p>
<p><em>Great job, Google!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=122&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2011/02/08/android-market-bisa-diakses-via-browser-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahsya.files.wordpress.com/2011/02/androidmarket_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">androidmarket_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ahsya.files.wordpress.com/2011/02/androidmarket_3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">androidmarket_3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berburu Magnum</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/11/21/berburu-magnum/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/11/21/berburu-magnum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 01:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentu tahu Es Krim Magnum dari Wall&#8217;s. Ya, es krim dengan harga premium ini sedang di-gilai oleh penikmat es krim sejak peluncuran ulang Magnum dengan varian terbaru Magnum Chocolate Truffle yang dilapisi coklat Belgia. Re-Launch? Ya, karena produk Magnum sendiri sudah ada sejak lama. Untuk membangun kembali merk yang mungkin dinilai agak &#8216;tidur&#8217; ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=105&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tentu tahu Es Krim Magnum dari Wall&#8217;s. Ya, es krim dengan harga premium ini sedang di-gilai oleh penikmat es krim sejak peluncuran ulang Magnum dengan varian terbaru <strong><a title="Re-Launch Magnum" href="http://www.unilever.co.id/id/aboutus/newsandmedia/siaranpers/2010/Magnum_baru.aspx">Magnum Chocolate Truffle</a></strong> yang dilapisi coklat Belgia. Re-Launch? Ya, karena produk Magnum sendiri sudah ada sejak lama. Untuk membangun kembali merk yang mungkin dinilai agak &#8216;tidur&#8217; ini, Unilever selaku pemilik merk, melakukan peluncuran ulang Magnum dengan varian terbaru. Khusus untuk varian Truffle, diluncurkan juga iklan TV nya.</p>
<p>Iklan TV Magnum Truffle ini menyajikan imajinasi bahwa para penikmat Truffle akan selalu berada dalam kelas tersendiri yang berbeda dengan penikmat es biasa. Mulai dari singgasana a la ratu di kereta bawah tanah, hingga sambutan meriah a la keluarga kerajaan di apartemen. Mewah. Premium. Elit. Citra inilah yang ingin dibangun oleh Magnum, khsusnya untuk varian Truffle.</p>
<p>Efeknya luar biasa, dan Anda mungkin juga merasakannya. Magnum yang sebelumnya selalu ada di kulkas Wall&#8217;s, kini sangat susah dicari. Mulai dari minimarket sampai warung yang <em>mblusuk</em> ke perkampungan! Magnum seakan menghilang dari pasar! Setiap kali ditanyakan pada penjualnya, selalu saja dijawab &#8220;Stok kosong Mas!&#8221; Bahkan di salah satu minimarket terpasang tulisan &#8220;STOK MAGNUM KOSONG!&#8221;<span id="more-105"></span>Baru saja tadi malam, anak saya yang tiba-tiba jadi menyukai Magnum meminta saya &#8220;berburu Magnum&#8221;. Oalah, sudah terbayang di mata saya betapa sulitnya mencari produk yang harganya sebenarnya cukup mahal ini. Benar saja, saya menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk pindah dari satu minimarket ke minimarket lainnya, dari warung sini ke warung sana hanya untuk mendapatkan jawaban: &#8220;Magnum kosong bos!&#8221;</p>
<p>Apakah kekosongan stok ini memang efek dari peluncuran ulang dan penambahan varian, ataukah hanya salah satu strategi pemasaran Unilever?</p>
<p><em>Feeling</em> saya, ini merupakan strategi pemasaran saja. Unilever ingin membangun WOM (words of mouth) untuk mendukung <em>re-launch</em> produk premiumnya ini. Karena Magnum bukan merk baru di pasar, dan jujur saja bukan produk es krim yang selalu diserbu pembeli. Selain harganya yang memang relatif agak mahal, rasanya pun biasa saja. Nah Unilever ingin <em>all-out</em> dalam promosinya, dan mungkin akan merasa sia-sia jika tidak ada &#8216;kegilaan tambahan&#8217;.</p>
<p>WOM yang ingin dibangun tentu sudah bisa ditebak: bahwa Magnum sangat laris di pasaran, di mana-mana habis! Konsumen pun akan penasaran seperti apa sih si Magnum ini hingga sulit sekali dicari. Makin sulit, tentu makin penasaran. Dan puncak dari kegilaan ini, adalah saat stok kembali tersedia, konsumen yang frustrasi akan memborongnya saat itu juga. &#8220;Daripada kehabisan lagi!&#8221; Kira-kira begitu.</p>
<p>Sejauh ini, strategi marketing ini berjalan dengan baik. Paling tidak, terlihat dari upaya saya dan anak yang tadi malam gagal total mendapatkan Magnum <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah memang benar ini strategi pemasaran belaka? Logikanya, Unilever yang sudah dikenal piawai dalam hal distribusi tidak mungkin akan membiarkan produknya mengalami kekosongan terlalu lama di pasar. Pengalaman yang dimiliki Unilever memungkinkannya untuk merespon kebutuhan stok di pasar dengan sangat cepat.</p>
<p>Tapi, berapa lama strategi pemasaran semacam ini akan dijalankan? Menurut hemat saya, tidak bisa berlama-lama. Karena pasar/konsumen tidak bisa selamanya penasaran, dan tidak akan terus menerus mencari. Strategi semacam ini, jika dijalankan terlalu lama dan tidak terkendali, akan menjadi <em>backfire</em> bagi merk itu sendiri. Kok bisa? Mari kita lihat.</p>
<p><strong>(1) Jika terlalu lama kosong, potensial memunculkan &#8216;spekulan&#8217;</strong></p>
<p>Hukum pasar yang paling mendasar adalah: &#8220;low stock+high demand=high price&#8221;. Saat Magnum makin sulit dicari, maka konsumen bersed membayar lebih untuk mendapatkannya. Ini wajar. Beberapa konsumen sesama &#8216;pemburu Magnum&#8217; yang saya temui berkata bahwa mereka bersedia membayar lebih untuk mendapatkan Magnum.</p>
<p>Kegilaan ini bisa dimanfaatkan oleh penjual untuk menawarkan Magnum di atas harga eceran nya. Rp 12.000 atau bahkan Rp  15.000 misalnya. Harga jual resminya adalah Rp 10.000.</p>
<p><strong>(2) Jika terlalu lama kosong, konsumen akan mencari substitusi</strong></p>
<p>Tujuan lain yang mungkin ingin diraih oleh Unilever dalam strategi pemasaran ini adalah meningkatkan <em>awareness </em>konsumen pada produk es krimnya yang lain. Dengan membludaknya konsumen yang melongok kulkas Wall&#8217;s, Unilever berharap, saat tidak menemukan Magnum, konsumen akan beralih untuk mencoba produk es krim lain.</p>
<p>Namun, harapan di atas bisa pupus manakala yang dicari konsumen adalah &#8220;produk pengganti Magnum&#8221; dan bukan varian lain. Saat berburu Magnum, saya menemukan cukup banyak orang yang akhirnya melongok ke merk lain. Salah satunya adalah Campina Bazooka. Salah satu konsumen mencoba langsung dan mengatakan rasanya cukup mirip dengan Magnum. Harganya pun lebih murah. Akhirnya mereka pun membeli beberapa bungkus es krim untuk dibawa pulang.</p>
<p>Bayangkan jika puluhan, ratusan atau mungkin ribuan konsumen melakukan hal di atas. Pesaing Magnum justru mendapatkan keuntungan tanpa harus melakukan promosi apapun. <em>Zero-effort sales</em>.</p>
<p>Jadi, melihat 2 hal di atas, sebaiknya Unilever harus mulai menormalisasi pasar dengan pasokan Magnum nya. Jangan sampai kegilaan konsumen yang susah payah dibangun justru menguntungkan pesaing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=105&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/11/21/berburu-magnum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kala SMS Kredit Tanpa Agunan Menjadi Bagian Hidup Kita&#8230;</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/10/15/kala-sms-kredit-tanpa-agunan-menjadi-bagian-hidup-kita/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/10/15/kala-sms-kredit-tanpa-agunan-menjadi-bagian-hidup-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 00:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Selamat Pagi Bapak/Ibu, Maaf saya Kampret ingin menawarkan KTA, syarat cukup fotokopi KTP dan copy kartu kredit. Dibantu sampai cair. Hubungi 900xxxxx, 081xxxxx. Maaf bila tidak berkenan.&#8221; Pernahkah Anda menerima SMS semacam itu? Jika belum pernah, maka Anda termasuk segelintir orang yang beruntung! Dari 10 orang kawan yang pernah saya tanyai, semuanya pernah menerima SMS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=95&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Selamat Pagi Bapak/Ibu, Maaf saya Kampret ingin menawarkan KTA, syarat cukup fotokopi KTP dan copy kartu kredit. Dibantu sampai cair. Hubungi 900xxxxx, 081xxxxx. Maaf bila tidak berkenan.&#8221;</p>
<p>Pernahkah Anda menerima SMS semacam itu? Jika belum pernah, maka Anda termasuk segelintir orang yang beruntung! Dari 10 orang kawan yang pernah saya tanyai, semuanya pernah menerima SMS penawaran Kredit Tanpa Agunan (KTA). Bukan cuma 1-2x, tapi sehari bisa menerima 5-6 SMS. Bahkan pernah dalam sehari saya menerima 10 SMS! Dahsyat&#8230;</p>
<p>Darimana para sales KTA itu mendapat nomor HP kita? Banyak cara, dan seringkali kita tidak sadar sedang membagi-bagi nomor HP kita itu. Pernahkah Anda mengalami hal di bawah ini? Mari kita perhatikan&#8230;<span id="more-95"></span></p>
<p><strong>1. Mengajukan kartu kredit</strong></p>
<p>Kebanyakan dari kita mengajukan kartu kredit melalui agen. Jarang yang langsung mendatangi bank dan mengajukan di sana. Saat mengisi form, biasanya ada beberapa isian wajib yang harus Anda isi, diantaranya: Nama, Nomor HP dan nama ibu. 2 isian terakhir adalah kunci utama kerahasiaan Anda, sebenarnya.</p>
<p>Atau ada juga agen yang cukup berani, mereka memberikan suvenir gratis (gantungan kunci, pin, topi), dengan syarat Anda memberikan nomor yang bisa dihubungi.</p>
<p>Disinyalir, agen-agen inilah yang kemudian menyimpan nomor Anda dan kemudian menjualnya kepada pengepul nomor. Haha, mirip pemulung ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>2. Mengisi Survey</strong></p>
<p>Pernahkah Anda tiba-tiba disodori form survey dan jika bersedia mengisi survey tersebut Anda akan menerima suvenir cantik? Apakah Anda diminta memasukkan nomor HP? Jika iya, maka Anda sudah membuka pintu ke-2 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hal ini juga berlaku untuk tele-survey.</p>
<p><strong>3. Saat di Pameran</strong></p>
<p>Saat Anda melihat-lihat pameran di sebuah mall misalnya, apakah sales nya saat itu mendekati Anda dan meminta kartu nama Anda? Untuk dihubungi saat ada <em>special offer</em>, katanya. Jika Anda memberikan kartu nama Anda, maka pintu 3 sudah terbuka <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>4. Seminar, Gathering, Arisan dan sejenisnya</strong></p>
<p>Saat hadir di sebuah seminar, gathering, kumpul-kumpul dan sejenisnya<strong>, </strong>seringkali kita diminta untuk memasukkan kartu nama ke sebuah wadah yang disediakan. Kartu nama yang ada akan diundi untuk mendapatkan <em>door prize</em>.</p>
<p>Seorang kawan yang super ketat dalam membagikan nomor HP nya pun akhirnya kecolongan karena ia mengaku pernah meletakkan kartu nama di seminar semacam ini. Pintu 4 sudah terbuka, kawan! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3 hal di atas hanya contoh kecil mengenai bagaimana awal mula Anda bisa mendapatkan SMS penawaran yang menyebalkan itu. Banyak lagi contoh lainnya. Dan seringkali, kita memang tidak sadar bahwa apa yang sedang kita lakukan itu sama saja dengan membuka data pribadi Anda ke dunia luar.</p>
<p>Lalu, bagaimana mencegahnya? Ada banyak cara juga.</p>
<ol>
<li>Jangan mengumbar nomor HP, nama orangtua, nomor kantor, nomor rumah apalagi alamat rumah untuk keperluan yang TIDAK penting dan mendesak. Bagikan HANYA untuk keperluan berobat atau perawatan di Rumah Sakit, misalnya.</li>
<li>Jika memang ingin mengajukan kartu kredit atau produk perbankan, jangan melalui agen di mall-mall, langsung saja datang ke bank yang dituju. Repot? Memang. Tapi ke depan akan jauh lebih menyenangkan untuk hidup Anda.</li>
<li>Miliki 2 nomor HP. Satu untuk keperluan pribadi (dan pekerjaan), satu lagi nomor &#8216;sampah&#8217;. Berikan nomor pribadi HANYA kepada keluarga dan rekan kerja. Untuk keperluan administrasi di luar keluarga dan pekerjaan, gunakan nomor sampah.</li>
</ol>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah ada tips lain yang bisa kita gunakan untuk mencegah para <em>pengganggu</em> itu menghujani kita? Mari berbagi di sini! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=95&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/10/15/kala-sms-kredit-tanpa-agunan-menjadi-bagian-hidup-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga&#8230;</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/29/nila-setitik-rusak-susu-sebelanga/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/29/nila-setitik-rusak-susu-sebelanga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 12:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Hehe, sudah lama tidak mendengar peribahasa di atas, tiba-tiba kali ini terasa pas.. Pernahkah Anda mengalami lampu padam? Atau koneksi internet tiba-tiba melambat atau bahkan putus sama sekali? Pada saat listrik padam, banyak diantara kita (termasuk saya sih, hehe&#8230;) yang sontak berteriak &#8220;Sialan nih! PLN gimana sih, ngurus listrik aja gak becus!&#8221; atau &#8220;Listrik naik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=84&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hehe, sudah lama tidak mendengar peribahasa di atas, tiba-tiba kali ini terasa pas.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pernahkah Anda mengalami lampu padam? Atau koneksi internet tiba-tiba melambat atau bahkan putus sama sekali?</p>
<p>Pada saat listrik padam, banyak diantara kita (termasuk saya sih, hehe&#8230;) yang sontak berteriak &#8220;<em>Sialan</em> nih! PLN gimana sih, ngurus listrik aja gak becus!&#8221; atau &#8220;Listrik naik melulu, tapi listrik padam terus!&#8221; atau yg ekstrim &#8220;Direksi PLN kudu diganti&#8221;! Ada lagi yang lebih dramatis: &#8220;PLN harus dibubarkan!&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-84"></span></p>
<p>Begitu juga kalau koneksi internet tiba-tiba <em>modar</em>. Silakan ganti kata &#8220;PLN&#8221; dan &#8220;listrik&#8221; pada umpatan di atas dengan internet dan penyedia layanannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Well, marah tentu wajar. Mengumpat tentu boleh-boleh saja. Saya pun dongkol, mangkel dan semacamnya. Tapi jika kita mau berpikir sedikit jernih, berapa banyak <em>sih</em> kita mengalami pemadaman listrik atau internet seperti ini?</p>
<p>Setiap kali ingin <em>ngomel</em> atau <em>ngedumel</em>, saya mencoba menengkan diri dan bertanya (pada diri sendiri, tentu):</p>
<p><em>Dalam waktu 1 bulan, berapa hari atau berapa jam Anda mengalami pemadaman listrik atau internet?</em></p>
<p>Saya mencoba berhitung. Terakhir, kami mengalami pemadaman listrik persis pada hari raya Idul Fitri, dari jam 11 siang hingga 8 malam, total 8 jam. Sepanjang bulan September 2010, pemadaman baru terjadi 1 kali ini saja.</p>
<p>Jadi hitungannya:</p>
<p>Bulan September terdiri dari 30 hari atau 720 jam. Pemadaman di atas durasinya 8 jam, berarti PLN tidak memenuhi komitmennya sebanyak 1,11%.</p>
<p>&#8220;Halah <em>lu tu ye</em>, kok malah <em>ngebelain</em> PLN seh? Gak berpihak ama rakyat <em>loe</em>?&#8221; teman saya ngedumel <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai salah satu konsumen, tentu saya berpihak pada konsumen. Saya hanya mencoba meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, sesuai porsinya. Dengan demikian, kita tidak begitu saja berkeluh kesah, walau sebagai konsumen kita tetap dirugikan.</p>
<p>Lagipula, saya pribadi belum tahu berapa <em>Service Level Agreement</em> (SLA) minimum yang harus dipenuhi oleh PLN sehingga apabila SLA tersebut tidak terpenuhi, perusahaan ini akan menerima &#8216;rapor merah&#8217;. Namun sebagai penyedia layanan masal, tentu makin tinggi SLA, ya makin baik. Kalau 100% dirasa mustahil, ya 99,99% lah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun demikian, sebagai perusahaan yang melayani konsumen dalam jumlah masif dan layanannya (saat ini) bersifat monopoli, PLN harus memenuhi SLA nya semaksimal mungkin, kalau perlu 101%. Karena pemadaman sesingkat apapun, akan sangat terasa <em>nggak enaknya </em>pada konsumen. Dan pemadaman bisa jadi fatal, misalnya pada rumah sakit kecil yang tidak memiliki <em>genset</em> cadangan. Pun pengusaha kecil/menengah yang produknya sangat bergantung pada listrik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=84&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/29/nila-setitik-rusak-susu-sebelanga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebaran, Nanggok dan Budaya &#8220;Mengemis&#8221;</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/29/lebaran-nanggok-dan-budaya-mengemis/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/29/lebaran-nanggok-dan-budaya-mengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 23:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Membaca judul tulisan ini, Anda pasti bisa menebak apa yang akan saya bahas Ya, hari raya Idul Fitri baru saja berlalu. Petasan yang, kendati dilarang, berdebum sejak sehari menjelang dan sehari setelah lebaran mulai mereda. Ada 1-2 dentuman terdengar. Tradisi salam-salaman disertai permintaan maaf sudah menjadi menu wajib. Kok tradisi? Ya, karena Islam memang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=70&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca judul tulisan ini, Anda pasti bisa menebak apa yang akan saya bahas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ya, hari raya Idul Fitri baru saja berlalu. Petasan yang, kendati dilarang, berdebum sejak sehari menjelang dan sehari setelah lebaran mulai mereda. Ada 1-2 dentuman terdengar.</p>
<p>Tradisi salam-salaman disertai permintaan maaf sudah menjadi menu wajib. Kok tradisi? Ya, karena Islam memang tidak mengajarkan secara tertulis untuk melakukan ritual sungkeman, kunjung-mengunjungi tetangga dan meminta maaf &#8216;hanya&#8217; saat Idul Fitri ini. Hal-hal tadi boleh saja dilakukan kapanpun. Di Indonesia dan mungkin beberapa negara lain, momen lebaran memang dianggap paling tepat untuk menjalankan tradisi tersebut.</p>
<p>Bagi anak-anak, lebaran punya makna khusus dan lebih spesial dengan tradisi khas lainnya: NANGGOK! Nanggok adalah tradisi berbagi atau bersedekah khususnya bagi kalangan berpunya dan umumnya memang ditujukan untuk anak-anak. Orang-orang yang berkelebihan rezeki biasanya menyiapkan sejumlah uang, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 50.000 yang kemudian dibagi-bagikan kepada anak-anak yang datang berkunjung ke rumahnya, entah itu anak-anak tetangganya, anak dari kampung sebelah atau entah dari mana asalnya.<span id="more-70"></span></p>
<p>Saya sendiri mulai mengkritisi budaya nanggok ini belum terlalu lama. Apa pasal? Saya perhatikan, banyak anak-anak yang pada akhirnya memang &#8220;mempersiapkan&#8221; diri mereka untuk meminta-minta. Saat mereka meyambangi rumah-rumah tetangga, mereka sudah siap dengan tas kecil atau celana yang berkantong banyak. Kalau di zaman saya kecil, celana berkantong banyak digunakan untuk &#8216;menyatroni&#8217; kue-kue lebaran atau permen <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika hanya persiapan seperti di atas, mungkin masih bisa dimaklumi. Namanya juga anak-anak. Keresahan saya mulai timbul manakala menyambut anak-anak yang entah dari mana asalnya, dan bukan anak kecil lagi (mungkin seusia SMP ya..) ujug-ujug datang dan boro-boro mengucapkan &#8220;maaf lahir batin ya Pak/Bu&#8221;, mereka langsung saja menengadahkan tangannya seraya mengucap &#8220;lebarannya Pak/Bu, sedekah nanggokannya&#8230;&#8221;.</p>
<p>WTF?@#$%</p>
<p>Kalau sudah bertemu anak-anak seperti itu, biasanya saya beri saja masing-masing Rp 1000. Dan keresahan berikutnya muncul saat mendengarkan mereka <em>nggerundel</em> dan bahkan berkata &#8220;Yah&#8230;<em>seceng doank</em> nih, jangan ke sini&#8230;&#8221; Asli, mereka ngomong begitu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Keresahan lainnya dan ini adalah keresahan level tertinggi, adalah manakala saya melihat anak-anak kecil itu justru didorong oleh orangtuanya untuk nanggok, seraya berkata &#8220;Heh, ayo buruan ke Pak X noh, ngasihnya banyak! Kalau perlu abis dikasih, ntar rame-rame balik lagi, nggak hapal kok orangnya!&#8221;</p>
<p>Masya Allah&#8230; habis sudah toleransi saya. Budaya nanggok yang seharusnya milik anak-anak, kini sudah didomplengin oleh orangtua untuk memperoleh &#8220;uang lebih&#8221; saat lebaran.</p>
<p>&#8220;Wah, <em>lebay</em> loe, ya sekali setahun nggak apa-apa toh, itung-itung bagi rezeki.&#8221; Ini komentar seorang kawan yang mendengar curhatan saya tentang kejadian-kejadian di atas. Dia menyarankan saya untuk tidak terlalu memikirkan masalah ini. Merusak keceriaan lebaran, katanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pelit, bakhil, <em>merki</em> tentu saya hindari. Tapi dermawan tidak pada tempatnya bahkan salah sasaran, lebih saya hindari lagi. Ini sikap yang saya pegang sejak lama. Saya jarang memberi uang pada pengemis di perempatan jalan, apalagi jika melihat pengemisnya masih anak-anak atau remaja atau siapapun yang masih terlihat segar bugar. Hati kecil saya jelas kasihan, iba dan rasanya ingin memberi. Namun jika saya memberikan uang, sama saja saya &#8216;memelihara&#8217; mental malas mereka. Kalaulah ingin memberi, saya akan memberi dalam bentuk lain, makanan/roti misalnya. Dan biasanya ini mereka tolak. Lah, padahal mereka minta-minta juga untuk beli makan toh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan bicara orang miskin dan pengemis, saya selalu teringat perkataan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:</p>
<p><em>Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Rasulullah Saw pernah bersabda, &#8220;Orang miskin bukanlah orang yang berkeliling kepada orang lain untuk meminta segenggam atau dua genggam kurma, tetapi orang miskin adalah orang yang tidak memiliki cukup (uang) untuk memenuhi kebutuhannya dan keadaannya itu tidak diketahui orang lain; orang lain mungkin memberinya sedekah, tetapi ia tidak mengemis kepada orang lain&#8221;.</em></p>
<p>Atau ini:</p>
<p><em>“Barang siapa meminta-minta sedang ia dalam keadaan berkecukupan,  sungguh orang itu telah memperbanyak (untuk dirinya) bara api Jahannam”.  Mereka bertanya : ‘Apakah (batasan) cukup sehingga (seseorang) tidak  boleh meminta-minta? Beliau menjawab : “Yaitu sebatas (cukup untuk)  makan pada siang dan malam hari”.  (HR. Abu Dawud)</em></p>
<p>Gimana, cukup gamblang kan?</p>
<p>Kembali pada persoalan nanggok, bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal ini? Jika memang harus memberi sesuatu pada anak-anak, berilah dalam bentuk non-uang. Berikan saja makanan kecil, permen atau lainnya. Jika anak-anak tersebut menolak, katakan padanya dengan halus dan baik &#8220;Dek, di rumah Om/Tante, nanggoknya permen aja yah, atau kue-kue tuh&#8230;ambil aja sepuasnya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Halah <em>elu tuh ye</em>, gak rame <em>deh</em> lebaran kalo semua orang kayak <em>elu</em>..&#8221; Kawan saya kembali berkomentar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai penutup, ada contoh yang bagus untuk menggambarkan bagaimana para pengemis sering menyalahgunakan rasa kasihan dan iba kita untuk kemudian menjadikan mengemis sebagai mata pencaharian utamanya, silakan baca <a href="http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/06/mau-kaya-raya-jadilah-pengemis.html" target="_blank"><strong>artikel ini</strong></a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=70&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/29/lebaran-nanggok-dan-budaya-mengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iring-iringan Pejabat Bikin Beban Hidup Semakin Berat&#8230;</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/22/iring-iringan-pejabat-bikin-beban-hidup-semakin-berat/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/22/iring-iringan-pejabat-bikin-beban-hidup-semakin-berat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 15:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tua di Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Ya..ya..ya.. judul tulisan ini memang lebay alias berlebihan tapi enggak juga sih&#8230; halah ngeyel&#8230; Walaupun tempat tinggal saya relatif dekat dengan kantor, saya sangat suka jika berangkat sangat pagi. Jalanan macet? Ini bukan alasan, tapi menjadi sarapan wajib warga Jakarta atau kaum urban yang mencari sesuap nasi atau sepiring berlian di ibukota. Macet bukan lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=46&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya..ya..ya.. judul tulisan ini memang lebay alias berlebihan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  tapi enggak juga sih&#8230; halah ngeyel&#8230;</p>
<p>Walaupun tempat tinggal saya relatif dekat dengan kantor, saya sangat suka jika berangkat sangat pagi. Jalanan macet? Ini bukan alasan, tapi menjadi sarapan wajib warga Jakarta atau kaum urban yang mencari sesuap nasi atau sepiring berlian di ibukota. Macet bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan. Mau tidak mau pasti bertemu.</p>
<p>Apa pasal yang membuat saya berangkat sepagi itu? Alasan utama saya adalah: menghindari iring-iringan PEJABAT! Ya, pejabat, orang yang digaji dengan pajak kita. Orang yang (seharusnya) bekerja untuk kita: rakyat. Rakyat yang menurut banyak pihak, seharusnya menjadi raja di negerinya. Ah kok jadi ngalor ngidul maju mundur..</p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p>Lanjut Gan..</p>
<p><img class="alignleft" style="border:1px solid black;margin:4px 5px;" title="Iringan Pejabat" src="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/03/konvoi.jpg?w=200&#038;h=144" alt="Iringan Pejabat" width="200" height="144" />Entah kenapa, jika saya berangkat dari rumah sekitar pukul 7 pagi atau lebih sedikit, hampir selalu bertemu dengan iring-iringan pejabat. Baik pejabat &#8220;beneran&#8221; yang plat nomor kendaraannya spesial, atau pejabat &#8220;jadi-jadian&#8221; yang plat nomornya biasa, tapi iring-iringannya panjang luar biasa. Disebut iringan pejabat karena di depan dan belakang ada Patwal, plus jeep yang sirine nya meraung-raung dan jalannya sradak-sruduk.</p>
<p><strong>Namanya juga pejabat bro, tugasnya kan banyak, kalau telat bisa berabe!</strong> Ini komentar salah seorang teman. Apakah pejabat tersebut (beneran atau jadi-jadian) memang  sedemikian penting tugasnya sehingga harus dibukakan jalan seperti itu?</p>
<p>Seperti pembuka tulisan ini, kemacetan adalah menu wajib di Jakarta, lha kenapa tidak berhitung dengan itu? Rumah di Cibubur, kantor di Medan Merdeka, misalnya. Jika memang harus tiba di kantor jam 7, silakan mengira-ngira waktu yang pas. Berangkat jam 5? Atau sebelum subuh? Shalat Subuh di masjid kantor, misalnya (kalau ada).</p>
<p>Kalau mau ditelaah, banyak untungnya jika berangkat jauh lebih awal. Selain bisa menghindari kemacetan, Bapak Pejabat bisa mengamati banyak hal. Bagaimana warga memulai kehidupan di pagi hari, ini cukup mengasyikkan. Para pedagang yang bersiap menggelar dagangannya, para kuli bangunan yang masih terlelap dalam lelahnya kendati lingkungan sekitarnya mulai hiruk pikuk, penyapu jalan, tukang ojek yang menunggu pelanggan setianya berbelanja di pasar, loper koran yang melempar koran ke rumah pelanggannya, banyak lagi.</p>
<p>Semua hal di atas lebih bisa dinikmati karena di pagi hari, pikiran relatif masih tenang, masih rileks. Ditambah jalanan yang belum padat membuat hati lebih riang. Bapak Pejabat bisa memperoleh banyak informasi, bahwa beragam cara dilakukan rakyat untuk <em>survive</em> menjalani hari yang makin hari makin sulit. Siapa tahu dari pengamatan ini muncul kebijakan publik yang <em>people-friendly</em>, bersahabat dengan rakyat.</p>
<p>Setiba di kantor, Bapak Pejabat masih punya waktu untuk berbincang sejenak dengan Pak Satpam, Pak Office Boy dan lainnya. Bagaimana keluarga mereka, sekolah anak-anak&#8230;</p>
<p>Apakah tidak ada hikmah apapun dalam kemacetan? Ada, dan tak kalah banyak.</p>
<p>Seandainya saja memilih untuk ikut ber macet-ria, Bapak Pejabat bisa melihat betapa makin melelahkannya berkendara di Jakarta. Waktu tempuh makin lama untuk jarak yang sama. Bahan bakar makin boros bikin dompet makin <em>mbledos</em>. Bapak Pejabat bisa melihat sendiri, kenapa motor jumlahnya makin tak terkendali. Tak lain tak bukan, ini salah satu cara menyiasati jalanan yang makin tak bersahabat. Jika naik motor, waktu tempuh bisa diprediksi. Jika naik kendaraan umum, hanya ada satu kepastian: Tak bisa diprediksi. Tak bisa diprediksi apakah bisa sampai rumah dalam 1 atau 2 jam. Apakah dompet masih ada di tempatnya saat turun nanti. Apakah betis akan membesar karena menahan beban badan selama di perjalanan. Belum lagi ada seniman yang membawakan puisi &#8220;Aku baru keluar dari penjara..&#8221;. Plus bonus mantap: dipindahkan ke bis lain yang tak kalah penuhnya.</p>
<p>Seru, memang.</p>
<p>Harapannya, dengan semua realita di atas, Bapak Pejabat bisa merasakan beban rakyat yang sesungguhnya. Betapa serunya menghabiskan umur di jalanan &#8211; sehingga muncul istilah &#8220;Tua di Jalan&#8221;. Bapak Pejabat bisa melihat sendiri bagaimana efek kebijakan publik yang ditandatanganinya. Siapa tahu muncul ide brilian untuk melahirkan moda transportasi yang diterima oleh semua.</p>
<p>Dari bermacet ria, semoga saja muncul empati. Atau jangan-jangan malah &#8220;Siakek! Besok <em>gua</em> mau pakai Patwal aja!&#8221;</p>
<p>Jadi kalau akhir-akhir ini muncul wacana untuk meng-helikopter-kan para pejabat, atau beberapa saudara kami berkeluh kesah soal pengawalan Bapak Pejabat, mohon dimaklumi Pak. Hidup kami sudah berat. Bukan hanya ban kendaraan kami yang botak lebih cepat, kepala kami juga!</p>
<p>Foto diambil dari <a href="http://ekojuli.wordpress.com/" target="_blank">SINI</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=46&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/22/iring-iringan-pejabat-bikin-beban-hidup-semakin-berat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/03/konvoi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Iringan Pejabat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Tidak Lagi Memakai BlackBerry?</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/05/kenapa-saya-tidak-lagi-memakai-blackberry/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/05/kenapa-saya-tidak-lagi-memakai-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 05:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[BlackBerry atau BB, sebuah merk smartphone yang begitu cepat melesat. Begitu digemari segala kalangan, mulai dari 4L4Y sampai pebisnis. Dari tahun ke tahun, BlackBerry telah menunjukkan peningkatan pengguna yang signifikan. Fitur yang dinanti sudah tentu BlackBerry Messenger, yang mampu membuat kawan-kawan yang Anti-BB pun akhirnya kepincut, gatel dan bergabung dengan para BlackBerrian. Sayapun &#8211; dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=91&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BlackBerry atau BB, sebuah merk <em>smartphone </em>yang begitu cepat melesat. Begitu digemari segala kalangan, mulai dari 4L4Y sampai pebisnis. Dari tahun ke tahun, BlackBerry telah menunjukkan peningkatan pengguna yang signifikan. Fitur yang dinanti sudah tentu BlackBerry Messenger, yang mampu membuat kawan-kawan yang Anti-BB pun akhirnya kepincut, <em>gatel</em> dan bergabung dengan para BlackBerrian.</p>
<p>Sayapun &#8211; dengan alasan supaya selalu terhubung dengan kawan-kawan dan mempermudah pekerjaan &#8211; akhirnya beralih menggunakan BB. Seri yang saya pilih adalah Storm 9530. Kenapa saya memilih seri yang sebenarnya kurang populer ini? <em>Well</em>, cuma 2 alasan: pertama karena saya ingin mencoba ponsel <em>touchscreen surepress</em>, dan kedua karena jari tangan saya<em> &#8211; </em>banyak yang bilang &#8211; Jempol Semua (TM).<span id="more-91"></span></p>
<p>Storm ini mulai saya gunakan sekitar bulan Oktober 2009 dan saya hentikan sekitar akhir Agustus 2010. Ya, setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk tidak lagi menggunakan BB. Apa pasal?</p>
<p><strong>1. Aplikasi dan data <em>core</em> hanya bisa disimpan</strong> <strong>di <em>flash memory</em></strong></p>
<p>Bagi saya, kurang <em>asyik</em> kalau menjalankan ponsel apa adanya. Saya suka mencoba-coba menginstal aplikasi atau <em>add-on</em> untuk ponsel tersebut. Aplikasi bawaan mungkin sudah cukup, tapi mencoba yang lain tentu lebih seru.</p>
<p>Storm yang saya pakai memiliki memory flash sebanyak 128 MB dan dibekali SD Card sebesar 8GB. Bayangan saya, akan banyak sekali aplikasi yang bisa saya coba-coba. Tak lama saya pun mulai mencari-cari aplikasi di BB App World. Tanpa mengecek ke mana aplikasi diinstall, saya pun terkaget-kaget saat mendapat peringatan memori penuh. Huh, microSD 8 GB penuh?</p>
<p>Setelah mencari sana-sini, saya pun hanya bisa kecewa karena BB akan selalu menginstal aplikasi di <em>flash memory</em>. Bisa saja disimpan di SD Card, tapi hanya untuk pengarsipan. Infonya saya dapatkan di <a href="http://na.blackberry.com/eng/developers/appworld/faq.jsp" target="_blank">BB App World FAQ</a>:</p>
<p><em><strong>Where do applications go when users install them?</strong><br />
Any application installed on the BlackBerry smartphone (from  BlackBerry App World or anywhere else) is installed in flash memory.  Each BlackBerry smartphone has a different amount of flash memory and  this is what determines how many applications each device can have  installed. With the archiving feature, applications can be stored on the  microSD card and restored when a user wants to use them.</em></p>
<p>Waduh, <em>flash memory</em> hanya 128 MB, tentu jumlah yang sangat sedikit! Jumlah tersebut sudah termakan oleh OS, aplikasi bawaan, dsb. Paling-paling yang tersisa untuk aplikasi tinggal separuhnya. Lalu, untuk apa segudang aplikasi menarik di BB App World? Ada beberapa aplikasi yang ukurannya mencapai lebih dari 10 MB <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hingga detik ini saya belum menemukan alasan yang tepat kenapa BB menerapkan manajemen memori seperti ini. Ada yang bilang alasannya adalah <em>security</em>, ada yang bilang <em>speed</em>, dsb. Alasan yang kurang bisa diterima karena <em>smartphone</em> lain tidak memiliki batasan ini.</p>
<p>1 poin kekurangan BB mulai saya temukan.</p>
<p><strong>2. Jalur internet hanya bisa menggunakan BIS atau BES</strong></p>
<p>Sebelum menggunakan BB, saya berlangganan <a href="http://www.nyambungterus.com/promo/xl-internet-prabayar" target="_blank">paket internet yang disediakan XL</a>.<strong> </strong>Alasannya tentu harga yang relatif murah dan kuotanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Sangat fleksibel.</p>
<p>Saat mulai menggunakan BB, saya masih terdaftar pada paket internet tersebut. Bayangan saya, saya bisa segera menggunakannya untuk kebutuhan berinternet saya. Ternyata oh ternyata, saya harus menelan kekecewaan lagi. Saya harus berlangganan layanan BB Internet Service atau BB Enterprise Service untuk terkoneksi ke internet maupun BB Messenger. Dipakai atau tidak, saya harus membayar dalam jumlah tetap.</p>
<p>Untungnya XL menyediakan layanan BlackBerry dengan kualitas yang sangat baik. Bayangkan jika operator yang saya pakai tidak menyediakan layanan BlackBerry. <em>Masa</em> harus ganti nomor? Solusi yang aneh&#8230;</p>
<p><strong>3. Semua aliran data harus melalui server RIM</strong></p>
<p>Ini yang akhirnya menjadi sebab utama saya meninggalkan BB. Bayangkan, seluruh aliran data BB Anda, baik email, internet atau apapun, harus melalui server RIM. Alasannya? Security.</p>
<p>Apa yang salah dengan pola ini? Bukankah dengan begini, RIM bisa menjamin kerahasiaan data pelanggannya tetap terjaga?</p>
<p>Maka manakala server RIM ambruk, seluruh pengguna BB saat itu juga terkena dampaknya. Pun suatu ketika server RIM yang menjadi penjaga gawang aliran data sedang bermasalah.</p>
<p>Apakah RIM akan disalahkan untuk masalah di atas? Dari pengalaman yang sudah-sudah, konsumen cenderung akan menyalahkan operator. Koneksi buruk lah, sinyal drop lah, dsb. Padahal operator hanya sebagai penjembatan saja.</p>
<p>Jadi, dengan segudang alasan di atas saya <em>say goodbye</em> pada BB.</p>
<p>Untuk urusan cek email kantor, masih bisa diakses melalui web dan HP ber-GPRS biasa.</p>
<p>Nggak takut kehilangan kontak dengan kawan-kawan di BBM? Saya akui, ini cukup berat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi sepertinya. silaturahim fisik masih jauh lebih penting yah, hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=91&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/09/05/kenapa-saya-tidak-lagi-memakai-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Review Muslim Teknopreneur Fair 2010</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2010/08/05/review-muslim-teknopreneur-fair-2010/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2010/08/05/review-muslim-teknopreneur-fair-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 23:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah acara Muslim Teknopreneur Fair 2010 berjalan dengan lancar. Acara diadakan pada tanggal 1 Agusuts 2010 dari jam 8:00-14:00 di Hostel Pradana di jalan Margasatwa Pasar Minggu dan dihadiri sekitar 60 peserta. Acara ini didukung oleh MIFTA, DokterKomputer.com, Teknosoft, Alurkria, Nurul Fikri Computer (NFC) , Ocentrum, Rainer Server, Totalindo, Duniabroadband.com, Flexi, Mosque Life (ML), LagiMurah.com, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=62&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah acara <a href="http://ahsya.wordpress.com/2010/07/26/muslim-teknopreneur-fair-2010/" target="_self"><strong>Muslim Teknopreneur Fair 2010</strong></a> berjalan dengan lancar. Acara diadakan pada tanggal 1 Agusuts 2010 dari jam 8:00-14:00 di Hostel Pradana di jalan Margasatwa Pasar Minggu dan dihadiri sekitar 60 peserta. Acara ini didukung oleh MIFTA, DokterKomputer.com, Teknosoft, Alurkria, Nurul Fikri Computer (NFC) , Ocentrum, Rainer Server, Totalindo, Duniabroadband.com, Flexi, Mosque Life (ML), LagiMurah.com, Awakami, CINOX, SuperSoft.</p>
<p>Para pebisnis IT Muslim membagikan ilmu dan pengalamannya kepada peserta lainnya. Di antaranya adalah Lukman Rosyidi – Direktur Nurul Fikri Computer, Asih Subagyo – Direktur PT Totalindo Rekayasa Telematika, Iim Rusyamsi – Owner DokterKomputer.com dan juga presiden TDA (TanganDiAtas), dan Prihantoosa Soepradja – PT Sajadah Teknosoft Media dengan Moderator Deddy Rahman.<span id="more-62"></span></p>
<p>Acara dimulai dengan doa oleh moderator, pak Yoga. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Umum MIFTA, Agus Nizami yang berharap agar dalam silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah juga terwujud sinergi bisnis di antara ummat Islam khususnya para Muslim IT. Kemudian para panelis berbagi ilmu dan pengalaman praktis mereka dalam dunia bisnis.</p>
<p>Di antara dari pengalaman para pebisnis tersebut adalah umumnya mereka memulai bisnis dengan “Palugada”. aPA LU mau GuA aDA. Akhirnya justru perusahaan tidak berkembang dan merugi. Akhirnya mereka berinisiatif untuk fokus pada 1-2 bidang saja sebagai core businessnya. Sehingga bisa fokus untuk jadi yang terbaik di bidangnya. Jika tidak fokus, maka sulit untuk jadi yang terbaik.Dengan fokus, akhirnya perusahaan pak Asih, Totalindo, bisa menembus Malaysia, Brunei, Slovakia, bahkan Uzbekistan.</p>
<p>Dalam memulai bisnis, kadang orang dekat seperti ibu meragukan kemampuan kita untuk berwira-usaha. Bagi seorang pebisnis, itu tidak membuat mundur mereka.</p>
<p>Tidak ada istilah kesulitan modal sehingga berharap modal dari pihak Bank yang sulit didapat. Pak Iim menyarankan pakai modal sendiri. Jika kurang, pinjam ke IMF. Yaitu Istri, Mertua, dan Famili (Keluarga).</p>
<p>Efisiensi seperti menyewa kantor virtual di BNI lantai 45 dengan nomor khusus yang menyambung ke perusahaan pun dilakukan. Untuk bertemu, bisa dilakukan perjanjian kemudian bertemu di situ. Ketika klien langsung datang dan ternyata tidak ada pak Iim, sekretaris kantor virtual tersebut menyatakan bahwa bapak ada di tempat lain.</p>
<p>Ketika perusahaan terpuruk, seorang enterpreuner harus berani memulai dari bawah seperti pak Toosa yang pernah menarik-narik kabel network sendiri. Intinya, seorang entrepreneur harus siap mengerjakan semuanya demi kepuasan pelanggan. Meski harus merugi.</p>
<p>Lukman Rosyidi – Direktur Nurul Fikri Computer – menyampaikan 3 pondasi dalam berbisnis dan segala aktifitas kita dalam menjemput rizki. Ketiga pondasi yang digunakan oleh lembaga Nurul Fikri hampir selama 24 tahun ini terdiri dari:</p>
<p>1. Value distribution (nasyrul fikrah),</p>
<p>2. Self empowerment (tanmiyatul kafa’ah) dan</p>
<p>3. Asset productivity (kasbul ma’isyah).</p>
<p>Selain itu pak Asih Subagyo mengusulkan adanya sistem Mentor. Di mana peserta yang ingin jadi pebisnis, bisa belajar pada Panelis yang sudah sukses dalam bisnis. Insya Allah ini sejalan dengan visi MIFTA.</p>
<p>Sementara pak Toosa dari Teknosoft setelah “ditodong” menawarkan TSOSE (Teknosoft School Of Software Engineer) di mana para peserta bisa belajar pemrograman seperti PHP dengan membayar. Dalam 1-2 bulan, mereka diberi proyek untuk dikerjakan sehingga akhirnya mereka mendapat bayaran.</p>
<p>Pak Iim juga mengkhawatirkan akan membanjirnya lulusan IT di mana satu kampus saja bisa menghasilkan 9.000 lulusan IT per tahun. Jika mereka semua mencari kerja tanpa ada yang berusaha membuat usaha yang dapat membuka lapangan pekerjaan, maka ini akan berbahaya. Pengangguran bisa merajalela.</p>
<p>Pak Asih menyatakan bahwa untuk dapat makmur, satu negara minimal punya 2% dari rakyatnya yang jadi entrepreneur sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi rakyat lainnya. Jumlah entrepreneur di AS sebanyak 13% dari total jumlah penduduk, Singapura 7%, dan Malaysia 3,5%. Namun Indonesia cuma punya kurang dari 1% dari penduduknya yang jadi entreprenur. Ini karena kampus kita umumnya mendidik mahasiswa untuk menjadi pekerja. Bukan pengusaha.Selain itu pemerintah seperti di Malaysia juga menyediakan modal bagi UKM sehingga rakyatnya tidak kesulitan untuk mencari modal.</p>
<p>Untuk itulah para panelis menawarkan diri untuk jadi mentor bagi peserta yang berminat untuk menjadi pengusaha. Insya Allah ini akan dicoba untuk ditindak-lanjuti dengan sebaik-baiknya. Para sponsor seperti Rainer Server menawarkan produk server yang handal dengan harga terjangkau (mulai dari Rp 6,9 juta). Rainer Server juga menawarkan server anti down-time yang lebih handal dan terjangkau.</p>
<p>Sementara pak Seger Hasani dari SuperSoft menawarkan Jejaring Bisnis yang meski mirip FaceBook, namun jaringan bisnis yang terpercaya menggantikan jaringan teman di FB. Teknosoft menawarkan berbagai sistem ERP, Sistem Rumah Sakit, SIMBADA, dan sebagainya.</p>
<p>Alhamdulillah acara ini dapat berjalan lancar berkat kerja keras panitia seperti Kika Syafi&#8217;i, Bayu Widyasanyata, Eko BS, Yoga Rifai Hamzah, Rohmat Sugito, Deddy Rahman, Ahmad Syauqie, Ahmad Furqon, Hasbinur, Agus Nizami dan rekan-rekan lain yang tidak dapat disebutkan namanya.﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=62&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2010/08/05/review-muslim-teknopreneur-fair-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengurus SPT Tahunan</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2008/12/15/mengurus-spt-tahunan/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2008/12/15/mengurus-spt-tahunan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 06:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama tertunda-tunda, akhirnya hari ini jadi juga mengurus SPT Tahunan. Semua dokumen yang disyaratkan sudah di tangan sejak bulan Maret 2008 sebenarnya, tapi tar-ter-tor nya ini yang gak nahan akhirnya baru dieksekusi Desember 2008&#8230; Akhir Desember yang sudah sangat dekat dan info mengenai Sunset Policy yang memberikan keringanan dan kemudahan bagi penunda akut seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=30&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama tertunda-tunda, akhirnya hari ini jadi juga mengurus SPT Tahunan. Semua dokumen yang disyaratkan sudah di tangan sejak bulan Maret 2008 sebenarnya, tapi tar-ter-tor nya ini yang gak nahan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  akhirnya baru dieksekusi Desember 2008&#8230; Akhir Desember yang sudah sangat dekat dan info mengenai Sunset Policy yang memberikan keringanan dan kemudahan bagi penunda akut seperti saya, semakin menguatkan tekad untuk segera menyelesaikan urusan ini.<span id="more-30"></span></p>
<p>Seperti kebanyakan orang, mendengar kata &#8220;kantor pajak&#8221; saja, otak ini sudah antipati duluan. &#8220;Hiy, nanti gue diapain ya..&#8221; &#8220;Gue bakal ditanya-tanyain apa ya..&#8221; &#8220;Jangan-jangan gue kudu bayar sekian-sekian pula..huhu..&#8221;. Kurang lebih seperti itulah. Wajar saja, sebenarnya. Hal ini karena citra kantor perpajakan yang kadung belepotan sekian lama, dan sekian lama itu pulalah belum ada perbaikan yang bisa dilihat secara kasat mata (mata saya, maksudnya&#8230;). Diperparah lagi dengan informasi mengenai prosedur perpajakan yang tidak banyak diketahui orang. Atau hanya saya saja yang kuper ya&#8230; urusan pajak aja sampe gak tau, hehe&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertama, hasil pencarian di pajak.go.id, dengan lokasi domisili saya di Kecamatabn Kemayoran, Kelurahan Sumur Batu, merekomendasikan saya untuk melaporkan SPT Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Kemayoran. (saya belum tahu apa maksudnya Pratama di sini). <em>Well</em>, siiplah, KPP nya dekat rumah saya, hanya 15 menit menggunakan motor.</p>
<p>Semua dokumen saya siapkan, yaitu Form 1770 S, 1770 S-I, 1770 S-II, lampiran daftar tanggungan, NPWP, KTP. Semua saya copy untuk arsip. Belakangan baru tahu bahwa KTP dan NPWP ternyata tidak usah diperlukan. Setelah form juga dikoreksi oleh istri tersayang, berangkatlah abang ke medan perang. Wayah&#8230;</p>
<p>Tiba di KPP Kemayoran sekitar pukul 8.15. Longok parkir motor, waduh, sudah penuh! Langsung terbayang antrian panjang yang harus saya hadapi. Ternyata area parkir yang saya longok itu khusus karyawan. Sementara parkir tamu masih kosong melompong. Wuee.. legaaa.. /Me the first!</p>
<p>Masuk ke lobi, benar saja, masih kosong. Ada 2 orang yang sedang dilayani oleh petugas loket di lantai 1. Hmm.. sepertinya tepat jam 8 sudah bekerja nih. Mantap, tepat waktu juga yah. Satpam yang melihat saya celingak celinguk langsung menanyakan apa keperluan saya. Setelah tahu bahwa saya berniat melaporkan SPT Tahunan, saya diminta langsung datang ke lantai 3. Lift nya masih mati euy, jadilah saya ngos-ngosan naik ke lantai 3&#8230; hosh..hosh..</p>
<p>Di lantai 3, masih sepi juga, langsung dilayani oleh salah satu staf. Cek ricek, ternyata ada form yang lupa belum saya lampirkan, yaitu 1770 S-II. Lhaa perasaan sudah dicetak dan diselipkan. Si mbak nya kemudian mencetak form tersebut dan meminta saya mengisinya. Form 1770 S-II ini berisikan daftar harta dan hutang hingga akhir tahun 2007. Setelah dilihat dan dibaca dengan teliti, akhirnya form saya distempeli dengan &#8220;NIHIL&#8221;. Maksudnya lulus, gitu.. Saya kemudian diminta ke loket di lantai untuk menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Cepat juga, hanya 15 menit. Sip banget.</p>
<p>Di loket lantai 1, ternyata belum banyak yang datang, baru ada 2 orang. Kemudian saya mengambil nomor, keluarlah nomor 3. Alhamdulillah, bisa cepet nih. Benar saja, tak sampai 10 menit, saya sudah dipanggil. Dan ternyata di loket ini saya hanya menyerahkan dokumen saja. Kemudian saya diberi tanda terima, diwanti-wanti jangan sampai hilang. Saya juga diinformasikan bahwa kemungkinan ada denda Rp 100.000,- untuk keterlambatan pelaporan SPT Tahunan 2007 ini. Saya juga diingatkan bahwa tanggal terakhir pelaporan SPT 2008 adalah 31 Maret 2009.</p>
<p>Total kopral, pelaporan SPT Tahunan ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 45 menit. Mantap! Sangat efisien, stafnya pun sangat suportif dan informatif. Wah, tau mudah begini, dari dulu-dulu aja melaporkan SPT nya, haha&#8230;</p>
<p>Oke, well done, KPP Kemayoran! Semoga seluruh KPP juga memiliki pelayanan yang efisien seperti ini. Sangat membantu bagi karyawan &#8220;sok sibuk&#8221; seperti saya ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=30&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2008/12/15/mengurus-spt-tahunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si Budi Kecil</title>
		<link>http://ahsya.wordpress.com/2008/07/05/si-budi-kecil/</link>
		<comments>http://ahsya.wordpress.com/2008/07/05/si-budi-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 00:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-Hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahsya.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Saat sedang menjahit dialog demi dialog untuk operet sebuah TK Islam Terpadu, tibalah adegan murid-murid sekolah berkunjung ke sebuah rumah singgah, yang dihuni oleh anak-anak jalanan (pemulung, penjual koran, dsb). Salah satu adegan menggambarkan seorang anak jalanan yang menceritakan kisah hidupnya, mulai dari ketiadaan biaya untuk sekolah hingga akhirnya harus membanting tulang berjualan koran di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=28&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat sedang menjahit dialog demi dialog untuk <a href="http://ahsya.wordpress.com/2008/07/01/mencampur-suara-a-la-studio-rekaman-dengan-audacity-asyik/" target="_self">operet sebuah TK Islam Terpadu</a>, tibalah adegan  murid-murid sekolah berkunjung ke sebuah rumah singgah, yang dihuni oleh anak-anak jalanan (pemulung, penjual koran, dsb).</p>
<p>Salah satu adegan menggambarkan seorang anak jalanan yang menceritakan kisah hidupnya, mulai dari ketiadaan biaya untuk sekolah hingga akhirnya harus membanting tulang berjualan koran di jalanan. Adegan ini diiringi oleh lagu Iwan Fals yang berjudul &#8220;Sore Tugu Pancoran&#8221;. Ini liriknya:</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p><em>Si Budi kecil kuyup menggigil<br />
Menahan dingin tanpa jas hujan<br />
Di simpang jalan tugu pancoran<br />
Tunggu pembeli jajakan koran</em></p>
<p><em>Menjelang maghrib hujan tak reda<br />
Si Budi murung menghitung laba<br />
Surat kabar sore dijual malam<br />
Selepas isya melangkah pulang</em></p>
<p><em>Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu<br />
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu<br />
Anak sekecil itu sempat nikmati waktu<br />
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepang</em></p>
<p><em>Cepat langkah waktu pagi menunggu<br />
Si Budi sibuk siapkan buku<br />
Tugas dari sekolah selesai setengah<br />
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi<br />
</em><br />
Kendati sudah sering mendengar lagu ini, saya tetap saja tertegun. Merenung. Terdiam. Lirik lagu ini begitu dalam. Begitu menyentuh. Dan yang paling penting, begitu nyata. Akhirnya, saya merasa seperti tertampar.</p>
<p>Lagu ini terdapat dalam album Iwan Fals bertajuk sama, &#8220;<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sore_Tugu_Pancoran" target="_blank">Sore Tugu Pancoran</a>&#8221; yang dirilis tahun 1985. Dan tulisan ini saya buat tahun 2008. Apa yang disuarakan oleh Iwan Fals 23 tahun lalu, ternyata masih sangat relevan dan masih terjadi hingga detik ini. Dan tempatnya bukan hanya di Pancoran, tapi di mana saja. Dan bedanya, kini bukan hanya si Budi kecil yang ada di sana. Tapi juga si Budi (yang sudah) dewasa, ayahnya Budi, ibunya Budi, adiknya Budi, kakaknya Budi, dan mungkin saja tetangganya Budi.</p>
<p>TK Islam terpadu ini bernaung di bawah Yayasan Fajar Islam, sebuah Yayasan penyantun kaum dhu&#8217;afa selama lebih dari 10 tahun. Kaum dhu&#8217;afa di sini termasuk si Budi kecil-si Budi kecil yang kami biayai pendidikannya. Makin hari, jumlah mereka semakin banyak. Sumbangan dari donatur yang sebenarnya juga makin membesar, tak sanggup mengimbangi laju pertambahan &#8220;para Budi kecil&#8221; yang memohon bantuan pendidikan.</p>
<p>Saya miris melihat begitu banyak anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang seharusnya sudah menjadi hak mereka karena kendala klasik menghadang, yaitu biaya. Uang bulanan/SPP mungkin gratis, tapi bagaimana dengan buku? Seragam? Dan biaya-biaya lain yang seringkali mendadak? Sangat logis jika bagi mereka yang sekedar untuk makan saja susah, bersekolah adalah sebuah kemewahan yang luar biasa. Dan sangat manusiawi jika sang orangtua meminta anaknya untuk langsung berkarya nyata saja bagi keluarga. Mencari uang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahsya.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahsya.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahsya.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahsya.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahsya.wordpress.com&amp;blog=258313&amp;post=28&amp;subd=ahsya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahsya.wordpress.com/2008/07/05/si-budi-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a44a022044942f6a524f0cebafca8e45?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahsya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
